bertinta sastera berdakwat bahasa

Blogroll

  • slide 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

  • slide 2

    puisi

  • slide 3

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

  • slide 4

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

  • slide 5

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label sanggar puisi. Show all posts
Showing posts with label sanggar puisi. Show all posts

18 Sept 2021

selamat tinggal suria

 


Share:

selamat tinggal suria 3


 

Share:

selamat tinggal suria 2

 



selamat tinggal suria.

tutuplah jendela itu
cahaya tak akan kembali
suria telah pergi
kau akan hanya menulis kenang
berbayang hilang
mengapa semasa cahaya terang
tak sebegitu kasihmu
pada suria itu?

mimbar kata

Share:

31 Aug 2021

aku harus mencintai negeri ini

 AKU HARUS MENCINTAI NEGERI INI

Aku harus mencintai negeri ini
mendirikan rumah setia dan bahtera semangat
dengan apa diriku
dengan segala ukir sayangku
aku tak pernah berada pada tangga sejarah
mereka membina tugu dan mendirikan menara
aku tak pernah berada di pintu nestapa
nanar mengusung getir mengunyah payah
jalan yang dipenuhi belulang ketakutan
sungai mengalir darah pengorbanan
huma tumbuh padi kemiskinan
dada basah oleh air mata.

Aku harus bertanya lagi
bagaimana segala ini terjadi
jalan terbentang, bangunan menggapai langit
ladang dan jentera makmur
sentosa dan hidup bersama
sedang ibu ayahku
hanyalah seorang petani kerdil
dengan sebidang sawah
mengapa pula nenek dan datukku
tak menerima semua itu
dan ayah ibuku mewarisi genggam kesulitan
tapi aku keluar dari lumpur kejahilan
hidup dalam danau bahagia
limpah sentosa.

Negeri ini telah memberi anugerah bahagia
dan nilam sejahtera
dan tak ada lain dari tanah ini
dapat kupanggil
negeri.




Share:

21 May 2021

jalan ini


 

Share:

pesan

 


Share:

21 Apr 2021

bercakap dengan bulan

 BERCAKAP DENGAN BULAN

malam itu aku mengajarmu
berbaring dan menatap jauh bulan
bercakaplah suara hatimu
biarlah bulan dengari
aku memberitahu kuatkan suaramu
sekuat mana kau mampu
bukankah bulan itu jauh?
dan kau berbuat begitu
suasana jadi bingit
beberapa minit semua diam
bulan mengambang terang di tengah langit
lebih terang dari tadi
aku menyuruhmu lagi
bercakap sekuat hatimu
biarlah bulan dengari
kau berbuat lagi
suaramu serak dan menghilang
untuk apa semua itu
sekuat mana suara kau jeritkan
bulan tak mendengar semua itu
kalaupun kau berbisik
bulan tak mendengar bisikmu
bulan hanya saksi
bercakaplah dengan bulan
bercakap dengan hatimu dengan dirimu
bisiklah atau bersuaralah
kau sedang memberitahu dirimu
meramas ragu membuang gelisah
bulan merindui suaramu







Share:

padi

 PADI

persis lalang meliuk mengikut angin
tegak konon hebat peribadi
tiada pedoman boleh diteladani
berbeza jauh di tengah bendang
menunduk diam gelagat padi
menebar budi memenuh isi
mulia pekerti manis peribadi
jadi teladan pelusuk negeri
kerana itu dipantunkan orang :
kalau mencari tempat mandi
pertama teluk, kedua pantai
kalau mencari pemimpin sejati
pertama elok, kedua pandai








Share:

10 Apr 2021

TAK SEBANDINGNYA

 TAK SEBANDINGNYA

sejuta kata tak sebandingnya
dengan apa yang kauperbuatkan
mengharung dengan sabar berani
senyum terukir di bibir
adalah rekahan dukalara yang terdalam
matamu tetap memberitahu
bagaimanapun kau menyimpan semua itu

aku tak tahu bagaimana
hanya yang pasti
tak ada lebih tiada
dari aku ketiadaan dirimu
aku tak seteguhmu menghirup gelombang
aku tak seberanimu menambat kesepian
menyimpan kedut dan luntur
pengalaman

beri aku waktu lebih lama
mencintaimu
biar aku selalu di hatimu
ibu



Share:

2 Apr 2021

sumbangsih

 SUMBANGSIH

(dedikasi buat seorang pemimpin pendidikan)

kau tak akan melangkah lagi
di sini tatap terakhir dan pesan penghabisan
kami perlu terus melangkah jauh
masih berhadapan dengan cabar dan uji
di sini kita tak sekadar mengajar tulis baca
tetapi memaknakan peribadi dengan jujur tindakan
memberi dengan tulus kepada yang perlu
ikhlas bakti untuk makmur negeri
kita berpegang pada kata dan cinta
bukan mudah untuk menggapai bintang
tiada galah mengait harap
keyakinan perlu diresapkan
dengan keberanian dan suci jiwa
relung pengalamanmu banyak memberitahu
kau pernah menangis dan bernyanyi
untuk seorang insan yang perlahan menjadi dewasa
menyemai benih cinta di nurani insan
kau telah hirup segala perih
kau telah memijak segala pedih
barangkali dari senyum dan sakit itu
dapat kami belajar kenal perjuangan
membawa pula obor perjuangan
ke jauh pengkalan
apakah yang dapat kami belajar
titiplah pesan pedoman
merenung kembali garis jejak jauh
akan terasa bagaimana segala usia dan tenaga
semua itu untuk membina naskah indah sang insan
seorang anak yang akan berlari pulang
kenal ia akan harap dan manis masa depan
tahu ia akan liku dan lorong menakutkan
tahu peribadi kenal diri dan sayangi negeri ini
kau di sini berhenti
izinkan kami berjalan lagi
ke jauh langkah ke jauh arah
untuk tegakkan warna dan rupa
insan terbaik dan mulia
kami mengirim sumbangsih




Share:

kenang-kenangan

 KENANG-KENANGAN

apalah yang ada dalam kenang-kenangan
hanya airmata berlinang
pabila kaki melangkah pergi
semuanya tak kembali
ingat dan sanjung sebatas mata memandang
jejak menghilang sirnalah segala
memang terbayang rindu
memang terukir kenang
untuk siapa lagi semua sudah berganti

begitu putar masa dan kitar perasaan
bermukim kasih dan berpisah
segalanya hilang
memang tiada yang abadi
hanya dalam kenang mengurut rindu
sesudah gugur daun tumbuh pucuk baru
semakin hijau semakin segar
pudarlah yang lalu
langitpun berawan kelabu



Share:

27 Mar 2021

matahari

 MATAHARI

bantal manakah yang paling lembut
untuk kaurebahkan kepala dan
bermimpi yang indah-indah
tiada terganti selain ribaan ibumu
sangat indah segala itu
hangat kepalamu
mendengar cintanya

usap manakah yang paling lembut
pada wajah dan belakangmu
hangat sentuh cintanya
mataharipun tak sepersis itu
mengalir dari jemarinya
berladung cinta
memancar halus ke tubuhmu
ke hatimu

kau ada matahari
dekat padamu
sayangi sepenuh jiwa
sebelum senja tiba




Share:

15 Mar 2021

bangku

 BANGKU

dibangku yang pernah kau ada
kosong berganti kering daun-daun
angin menepis perlahan
persis sehabis pertarungan
ranting-ranting bergelimpangan
patah dan bertaburan
seperti jalan mati
lorong ini tak dijejaki
bangku kosong tak dipeduli
begitukah ketiadaan
tak terganti pada tatap dan hadir
perlukah aku menyimpan kenang
padang-padang hijau
dan nyanyi burung-burung
angin dingin berdesis
membuka cerita
perlukah kenang
pada banyak yang hilang




Share:

tak tertulis

 TAK TERTULIS

tak tertulis kata
pada segala surut masa
segala yang mengundang jauh
rebas hujan dan goncang bayang-bayang
siapa yang menunggu dengan rindu
siapa yang meninggalkan dengan sendu
banyak yang terbelengu dalam lingkar
kejauhan tak selamanya membelah ingat
sesekala angin yang meruntuhkan hujan
melakar indah rasa
tika terakhir menatapmu
airmata menggaris di pipi
tak tertulis
sejarah yang manis dan memanjakan waktu
sejarah yang pedih dan memilukan waktu
semuanya ada berganti-ganti
dan ketika memilih untuk berada di sini
baris-baris senja dan redup matahari
menyatu dalam hela nafas
kesempitan dan kesayupan
tak tertulis
oleh alir airmata
senja dan rebas hujan




Share:

KAU AKAN MENGERTI

 KAU AKAN MENGERTI

kau akan mengerti
bagaimana untuk membuang gerhana
menambat sengsara
melepaskan dirimu dari rangkul gundah
sesudah kau mengenal kesakitan
yang tiba dari jemari kegagalan
dan kau harus berani mencabar dirimu
untuk bebas dari rimba ketakutan
kerana rasa tak pasti akan membunuh
segenap wangi keyakinan
yang sering kaubajakan dalam jiwamu

kaujangan mudah menyerah
hanya pada luka-luka kecil dan beban remeh
hidup ini tanggungjawab
yang perlu kausempurnakan
dengan segala dirimu
jangan tunduk dan merasa kerdil
badai akan menghanyutkanmu
jauh dari pulau tuju
harus berani memulakan lagi kekuatan
menetas jalur suram menepis bayang ragu
kerana yang membawamu
ke dalam gelap kehampaan
adalah dirimu sendiri

jangan menangis kerana kauterjatuh
sesudah memilih jalan terbaik itu
tetapi menangislah jika kaugagal
untuk keluar dari ketakutan
membiarkan dirimu hanyut
diterpa gelombang kegagalan









Share:

12 Feb 2021

yang terindah

 YANG TERINDAH

usah kaubiarkan
yang terindah itu
terlepas pergi
dari menjamah kalbu memugar rasa
inilah damai dari santun alam
menyentuhmu dari kejauhan
dari sudut pandang kilas tatap
terimalah semua itu
paksi pemukau jiwa
kekerdilan dan kehalusan diri
berhadap tafsir maya melebar mata
ia tercipta untukmu
menyembuhkan dan menyegarkan
sanubari dan raga
alam bersabda tentang warna dan ukir
inilah kebesaran maha pencipta
memahat tanda indah semesta
semua itu masih serpih kecil
dari gubuk besar keindahan
yang sempat kautemukan
dalam rangkul waktu
masih ada yang tak sempat
kautemukan
barangkali masih berbaki waktu
untuk berulang datang
alam bernyanyi dan mengukir bentuk
di depanmu menebar sayap indah
atau kalaulah ini
yang penghabisan dalam alur ketika
kau telah menemukan
keajaiban
syukurlah
sekecil manapun tersua
ia begitu indah
menjamah batin jiwa
terindah dalam lakar waktumu



Share:

5 Feb 2021

SEHABIS HUJAN

 SEHABIS HUJAN

sehabis hujan
segala tanda lenyap pergi
di pasir basah hanya air mengalir
begitu mudah tertanggal hilang
kemarau bertahun berakhir jua
hanya ada
titik air mengalir jatuh
kenangan pun terbang melayang hilang
sehabis hujan
semakin hijau melintas pandang
semangat dan warna berbaja harap
semakin indah alam terpandang
kembali berharga garis dan lembayung
menjadi gubah semangat dan dorong
irama baru manja berputaran




Share:

1 Feb 2021

tiada

 TIADA

begitu sunyi jalan ini
hanya sendirian berjalan pergi
teman sahabat melintas tiada
semakin ingin mentari pergi
hanya angin menderu bunyi
burung pun tidak terbang lagi
langit bertatah jingga warna
apakah ini suatu tanda
satu persatu sirna tiada
sesudah diri tinggal sendiri
hiduplah pesara di lorong sunyi
apalah lagi meminta minta
begitu ragam putaran masa
terbiar dan sendiri di alam tua
matahari di ufuk sejengkal cuma



Share:

30 Jan 2021

PERNAHKAH KAU ADA

 PERNAHKAH KAU ADA

pernahkah kau ada
menyusun kesenyapan dalam
segala hampar sunyi
memujuk kesugulan
dan memberi cahaya
pada gelap yang bertahan
dan bisik suaramu
menjadi gemersik irama
membuat bintang-bintang pun menari
dan segala yang lelah itu
kausembunyikan di sebalik senyum
dan keyakinan itu kaupungut satu persatu
dan satukan
itulah yang kauberikan lagi
untuk kuikatkan
kain harapan
pernahkah kau ada
pada suatu waktu
aku kehilangan diriku
kaukembali gariskan
rajah dan warna
di celah suram cahaya
dan kau tak pernah mengajarku
untuk berhenti
mengejar apa yang jauh lagi
Share:

teruji warna

 TERUJI WARNA

entah untuk apa
yang masih berbaki
sisa dari segumpal sepi
atau sejengkal dari hujung gelisah
bertunda dalam kemilau
pawana yang perlahan berhenti
debu yang menyerkup panjang
tiada lagi
sabda yang memberi harap
atau mimpi yang bergaris manis
selubung yang terpakai
dilusuhkan jelaga
pandangan jauh pun tertutup
apalah yang dapat dilihat
dalam kabut membalut
teruji warna
bagaimana untuk melangkah lagi
mencari kekuatan dan semangat
membancuh gelap menutup
ia menguji kebijakan dan keyakinan jiwa

#mimbarkata






Share:
Powered by Blogger.

teruji warna

 

STATUS

Search This Blog

Blog Archive

DAUN

tanjung 2

tanjung

Blog Archive