6 Sep 2020

begitu kau pergi

 

BEGITU KAU PERGI


segalanya bakal termuat 

dalam kapal kenangan

helai-helai waktu yang luruh

dan aku tak lagi berada di situ

bukan menyungguhkan perpisahan

tetapi biarlah sebelum segalanya tiba

aku ingin bermohon setulusnya darimu

kusedari, akan ada guris rasa

dan calar jiwa dari segenap lakuku

atau tutur dan tingkah

begitu berbekas dan tidak pula kausebutkan

tetapi aku mengerti

pertemuan akan tertanda dengan tintanya

lakaran kecil bahagia

atau guris-guris pedih ngilu

kalau luka aku tak mampu menyembuhkan

kalau bahagia aku tak mampu meneruskan

maafkanlah khilaf dan salah

menjadi tanda sebaris pertemuan

muram dan memurungkan waktumu

janganlah pada waktu aku tak mampu melafazkan

kata maaf ini lagi

terulang sakit itu di kelopak sukmamu

aku tak mampu membawanya

jauh ke dalam kurungan kenangan

 

jangan menangis

kalau terasa pemergian ini ketiadaan

bukankah pada detik kita bertemu

sudah tertulis pula pamitan

kita tak bisa menjaring waktu

dan menatapnya kembali pada detik yang kita mahu

persis sungai mengalir pergi

kitapun akan begitu






3 comments:

Anum said...

slmt pagi

Blog Receh said...

Maklumat yang sangat berguna.


Saya seorang blogger baru, saya ingin memberikan maklumat pada waktu wabak seperti ini kita diharapkan dapat bekerja dari rumah.
Berdasarkan pengalaman baru-baru ini, saya menggunakan aplikasi Zoom untuk terus berhubung dengan rakan, saudara, keluarga dan pensyarah.
Anda boleh memuat download zoom free di laman web ini https://www.downloadzoomfree.com/

Mimbar Kata said...

terima kasih anum masih menjenguk blog ini

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena