bertinta sastera berdakwat bahasa

Blogroll

25 Jun 2013

Bidasari


Petikan Syair Bidasari dibacakan dengan tiga irama lagu
Lagu Selendang Delima
Lagu Rakis
Lagu Siti Zubaidah



Petikan daripada Syair Bidasari

Tersebutlah perkataan Bidasari,
Setelah malam sudahlah hari,                                           (Lagu Selendang Delima)
Bangunlah ia seorang diri,
Makan dan minum barang yang digemari.

Pergilah mandi Siti Bangsawan,
Serta memakai bau-bauan,                                              (Lagu Rakis)
Lalu masuk ke dalam peraduan,
Santap sirih di dalam puan.

Bertemu sepah bekas dimakan,
Diambil Siti dicampakkan,
Dengan takutnya ia berfikirkan,                                        (Lagu Rakis)
Siapakah ini yang membuatkan.

Jikalau manusia yang empunya,
Nescaya aku dicabulinya,
Jika ayahku datang adalah tandanya,                                (Lagu Siti Zubaidah)
Bertambahlah makanan yang dibawanya.

Dilihatnya Siti tempat tidurnya,
Tilam sedikit tersingkir alasnya,
Sirih di puan salah aturannya,                                             (Lagu Siti Zubaidah)
Bidasari masygul dengan takutnya.

Ia pun duduk di atas geta,
Sangatlah gundah rasanya cita,
Seraya bertaburan air mata,                                               (Lagu Selendang Delima)
Manakah tempat ia hendak dikata

( Syair Bidasari, hlm. 715-717, 721-722)
Share:

1 comment:

Note: only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.

mengalami kehilangan

  Setelah mengalami kehilangan, apakah itu kehilangan orang yang dicintai, pekerjaan, hubungan, atau sesuatu yang penting dalam hidup. Ia su...

STATUS

Search This Blog

Blog Archive

DAUN

tanjung 2

tanjung

Blog Archive