23 Dec 2014

memberi itu indah


Ini kisah kehidupan manusia biasa. Insan yang ada di sekitar kita. Insan yang tidak pernah mencari publisiti apa lagi sanjungan. Ia hidup dalam denyut nadi kebiasaan yang ada. Menemui mereka yang biasa ditemui.

Tetapi ada yang luar biasa yang pernah dilakukannya. Tindakan yang tidak menjadi biasa bagi setengah dari kita, tetapi amat biasa baginya. Tindakan yang baginya biasa tetapi kita melihatnya sebagai suatu keluar biasaan. Tetapi itulah yang dilakukan sebagai kebiasaan hidupnya dengan manusia yang biasa ditemuinya.

Lelaki biasanya ini memilih jalan biasa untuk selalu memberi.  Memberi dengan tulus dengan segala upaya yang ada pada dirinya. Dia bukan hartawan tetapi sentiasa memberi apa yang dimilikinya - wang, tenaga, perhatian, dan pertolongan. Ia membiasakan itu dalam rutin hidupnya iaitu memberi dengan tulus.

Apakah yang diperolehi dari segala tindakan itu? Ia dapat menyaksikan kebahagiaan yang menetas perlahan dari mereka yang dibantu dan diberi sumbangan. Ia menyaksikan marak senyum dan manis wajah dari mereka yang selama ini kelam dan tenggelam dalam masalah.

Tetapi ia kembali ke dalam hidupnya yang biasa sendirian dan tak dikenali.

Namun segala yang berbunga dari hati dan jiwa yang pernah ditaburkan pemberian akhirnya kembali menyinari hidupny sendiri. Kini dirinya pula yang menerima penghargaan dan cinta dari mereka yang pernah ia berikan bahagia.

Kebahagiaan kembali datang menyinari jiwanya dan ia merasa cukup bahagi.

Segalanya menggambarkan tiada lain selain indahnya memberi.

Tidak kira apa yang diberikan yang tulus dan murni akan membawa cahaya bahagia ke dalam sumur hidup kita. Acap kali kita memberi dan satu detik kita menerima terasa begitu indah pemberian itu...

Mengharukan, tetapi kita belajar tentang kemanisan insan.






1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena