18 Oct 2014

menari


di depanku kau menari
mengibar putih awan
melepas cahaya
antara suram dan terang
berjatuhan di putih pasir

begitu engkau ada
menjadi sahabat
dalam waktu sunyi mendekat
menarilah antara celah awan
antara sinar bintang
dingin pun makin berlabuh

entah bagaimana esok hari
entah kau ada
entah kau pun pergi
di celah gelap 
aku pula yang menari
menunggu  purnama itu

di sudut yang lain
 kau sedang menari lagi
tapi bukan aku yang menyaksi


 

 


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena