11 Apr 2014

calar kaca

kita hanya menyaksi
dari sudut yang jauh 
segenap urat dan saraf kita pasti lebih bebas
dari merasa kesakitan atau keperihan mereka
untuk seketika marilah kita menginjak
bekas kaki dan uncang harap yang bergantungan
dalam hidup mereka


begitu calar kaca yang bergantungan
dalam mimpi-mimpi mereka
inilah wajah harapan 
merekalah orang-orang berani
yang tak pernah berpatah nasib dari terus berburu
mereka berada antara kita
mengusung lelah menjahit rapuh hidup
dengan benang sabar 


mereka menyihir sengsara
lalu mengutip dengan berani
lara yang berjatuhan di setiap sudut  waktu
kalaulah kita merasa sakit
mereka lebih kenal erti kesakitan itu
kalaulah kita merasa derita
mereka lebih akrab dengan penderitaan itu
kalaulah kita merasa terpinggir
mereka telah berada lama menjadi marga  pinggiran


marilah belajar dari kepedihan mereka
 mengasuh hidup dari lelah panjang itu
barangkali kita terlalu disombongkan oleh kemewahan
hingga segenap jentik dan picit perih
telah kita anggap kawah derita
yang mengurung kita


tataplah ke dalam kaca kehidupan itu
bagaimana mereka membasuh luka
dan membersih segenap calar kaca
kita harus menerima  hakikat
bersyukurlah dengan jalan bahagia
yang seringkali tuhan anugerah
berdoalah untuk mereka
semoga tuhan permudahkan mimpi-mimpi
kita
amin.





1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena