15 Jan 2018

jangan menangis ayah



JANGAN MENANGIS AYAH
-kepada pejuang

jangan menangis ayah
kami melihat kau berjuang
memadam kepayahan membasuh kekeruhan
kami melihat matamu melihat airmatamu
ketulusan dan kejernihan niatmu
bagaimana kau bertatih membina yakin jiwa
membugar ladang perjuangan
menanam benih harap dan siram semangat
kau berdiri memerhati
segenap sobek dan robek nasib mereka
segenap pinta dan pohon mereka
kerana kau tahu bagaimana sakitnya kemiskinan
bagaimana deritanya bertarung mencapai jaya
dalam sabda nasib sebagai nelayan, petani dan buruh melata
kau besar dari itu
mengerti makna tangan dan jari yang kasar
mengerti makna harap dan harapan yang berbingkai
dan kau lakuikan segalanya mengisi mangkuk harapan
tetapi ada yang belum mahu mengerti
memandang dengan penghinaan
membunuh harapmu membunuh mimpimu
membedal dengan rotan penghinaan
aku tahu ayah, di situ kau menangis menyaksi
mereka menyungguhkan apa yang bukan niatmu
mereka lebarkan apa yang bukan hajatmu
aku tahu ayah, cintamu terlalu dalam
buat negeri dan tanah impian
kau dirikan madrasah dan pondok
untuk anak-anak belajar dan membesar dengan roh agama
untuk warga tua berlindung menadah doa dan bermohon
itu pun mereka jadikan permainan
kuasa dan dakwat mereka
kau hanya mampu merayu
tanah dan pondok
masihkah menjadi pelindung
anak dan warga tua

airmatamu mengalir
aku mengerti
tapi tak bisa membantu
tuhanku, bantulah ayah
rahmatilah perjuangan
melihat sinar indah
matahari yang cerah

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena