22 May 2016

serpihan





serpihan

kita hanya serpihan
kecil dan tertinggal
pada buana luas menyayupi pandang
usah bergundah
kita harus melihat ke hadapan
batu-batu kecil itu begitu kerdil
tetapi menyanggupi hidup
bertahan dan menerima segala apa terjadi
pasir itu berterbangan 
dan tak pernah tinggal diam
tetapi menerima segala yang tersuratkan


kita memiliki cinta
kasih sayang dan belai mesra
kemanjaan jiwa kesantunan rasa
tetapi kita tak pernah pasti
akan ke mana berakhir semua ini
barangkali akan surut dan patah
akan lenyap dan terbengkalai
usahlah menyalahkan waktu dan ruang
kita hanya menerima serpih cinta
untuk merasakan 
dunia ini terisi kasih sayang
merasai bagaimana memiliki dan kehilangan

entah pada surut waktu yang mana
segala akan terombak dan lerai
mata tidak lagi menatap
dan hati tidak lagi merasa ada
entah pada hujan yang mana
kenyamanan akan tiba
menyejukkan jiwa dan tenteram 
entah pada deru angin yang mana
segala akan terlepas tiada
kita tak pernah tahu
apa yang terdiam dalam fajar esok
kita hanya serpihan
menghadap takdir






 


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena