31 Dec 2015

luka tahun baru



luka tahun baru

luka tahun baru
barangkali hanya di jari
tak sampai agaknya ke tangkai  hati
segala yang direbut dari jaring perjuangan
bukan lagi menjadi milik 
bagaimana lagi untuk membaca dongeng
kepada anak dan cucu 
tentang warna-warna maruah
dilepaskan ke tangan lain
akan bertanya emak sirandang
masihkah menyusu kera di hutan?
akan bertanya jenin
mengapa angan-anganmu
harus berbayar dengan tanah dan maruah?
akan bertanya pandir
kebebalan apa lagi merasuk bangsa?
akan menangislah lebai malang
kita bukan lagi terlepas kenduri
tetapi harga diri dan peribadi
bermadah panjanglah pak kaduk
bukan kampung jadi taruhan
tapi negeri dan isinya menanggung beban
tanpa sorak sorai
tanpa bunyi-bunyian
hanya mata pena menari
ia bukan milik lagi
luka tahun baru
kalau direnung dan difikir
bukan lagi hanya di jari
menusuk jauh ke dalam hati
jangan menangis
kerana malam ini bunga api akan berpancaran
lagu dan tari akan didendangkan
kita masih bahagia
masih senyum 
dengan bunga-bunga cahaya
tetapi ingatlah
ketika melangkah pulang
bunga-bunga cahaya telah sirna
hanya gelap mendakap



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena