5 Nov 2015

aku hanya menatap


aku hanya menatap

aku hanya menatap
jejak yang kautinggal di pasir
tanda-tanda kepergian dan kejauhanmu
ia masih berbekas dan memberi ngilu
pada segala yang berada dalam pusar masa
bukan mudah mengabaikan apa lagi melepaskan
tak tertanda ikatan sebagaimana tali mengikat
tapi begitulah tambatan yang kukuh menghubung
antara apa yang ada dan segala tiada
ini bukan lagu pilu menghambat lara
tapi segala jejak  dan bekas injak
berbisik dalam bahasa igau dan imbau yang lama
bukan tak pernah pula membiarkan
bukan ingin bertakhta dalam masa sudah
tapi akrab dan  mesra yang mendekatkan
manalah bisa terbiar 
meski kerelaan dalam menerima
sebenarnya terpaksa dalam jiwa
begitu mudah dalam kata-kata
tetapi sukar dalam denai jiwa
untuk menjamah perpisahan




1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena