16 Aug 2015

matahari




matahari 

tak pasti untuk apa kebisuan ini
apakah untuk melenyapkan kepayahan
menyisihkan putar angin
menghentikan suara-suara yang menyapa

mereka memancakkan tanda-tanda
lorong-lorong pilihan
apakah aku harus menuruti segalanya
berpayung pada perintah dan arah
melenyapkan suara sendiri
membisu untuk apa?

mereka menukilkan potret 
menyungguhkan hidup dengan dendang dan dongeng
kita hanya sekepal dan tiada lagi
usah menjadi asing kita harus bersama
demi kebaikan semua
mudiklah dengan perahu ini
membawamu ke pulau pilihan
dan tidak pernah dibenarkan bertanya lagi
tentang arah dan haluan perahu
aku harus menjadi bisu
demi memikat bahagia

matahari
aku ingin bertanya pada engkau
yang berdiri di atasku
haruskah aku begitu
sempurnakan apa yang tertulis pada segenap papan tanda
menyerah pada gelap yang tiba
dan menjadi bisu pada segala herdik dan singkir
menginjak jalan 
mudik dengan perahu
ke pulau pilihan

aku dewasa denganmu
belajar dari bahasa cahaya
menerima gelap dalam kesurutan hari
merenung pagi dengan gagah warna
mengerti letih dan lelah perjalanan
memulih semangat meski persis tertikam belati
matahari
apakah kau ada
untuk menulis warna
pada esokku lagi



 


 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena