17 May 2014

garis yang hilang


GARIS YANG HILANG

begitu cepat waktu tumbuh
benih mesra yang lama kausemai
menambatkan kekuatan dan keyakinan
gigih juang wira dalam dirimu
bara semangat kauhembus memberi percaya
kita bersama melangkah
menyempurnakan perjuangan
tak ada yang mustahil bagimu
perjalanan ini adalah menembus ranjau tajam
tanpa ragu tanpa gementar
begitu dupa yang kaupasang
setanggi semangat yang kautitipkan
membugarkan kami dengan keyakinan
merempuh liku dan padang
memberi ingat dan pedoman
pada mimpi bangsa pada perjuangan agama
pada igau tanahair

kalau kau kekasih
rangkul cinta itu hangat membiak
hatimu ladang sejuk kasih sayang
membuka indah peta keluarga
kau kekasih yang dirindui anak isterimu
kau sahabat dihargai sahabat taulanmu
begitu bingkai masa kau isi dengan perjuangan
dengan laman meriah meraih kemenangan

hidup hanyalah sebaris garis kecil
tak ada lagi garis
sesudah ombak menindih pasir
segalanya sirna
kau tak akan menemui lagi
meski begitu lama mencari


tak ada lagi garis
sesudah mentari menutup cahayanya
langit diam dalam pekat gelap
tak terlihat lagi olehmu semua itu
segalanya tak akan kautemui
meski begitu lama kau menatap

garis baktimu berhenti di sini
di depan cemara kejayaan di atas wangi kemenangan
hilanglah dahan bergantung bayang berpayung
esok barangkali matahari akan terbit
tapi entah bagaimana cahayanya
entah bagaimana panasnya
kau adalah wira dalam perjuangan bersama ini
terasa masih perlu tetapi
garismu berakhir di sini
pergilah dengan segala cinta dan kasih kami
selamat berangkat aduhai sahabat


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena