14 Nov 2013

pada ketika kesejukan itu tiba




pada ketika kesejukan  itu tiba
segalanya begitu dingin
hujan membawa angin basah 
memamah kepanasan yang masih tersisa
awan pun akan terbang rendah
membawa sarat air membawa berat kabus 
warna-warna begitu memudar
berbungkus tabir putih
dan matamu kehilangan kecerahan
kesejukan itu tiba
tertanam di tanah-tanah basah
tertinggal pada tangkai mawar
batu-batu itu pun mulai menerima kesejukan
kesenyapan mulai berlabuh di pintu langit
awan yang berat kabus yang sarat
kesejukan baru telah tiba
apa lagi yang dapat kukatakan
walau bagaimana kita menolak
hujan dan  keredupan itu akan tiba
menjamah jemari kita


pada ketika kesejukan itu tiba
kita hanya memiliki sekepal jantung
yang masih memanaskan alir darah
kau harus percaya pada apa yang kaumiliki
bahawa antara lapis-lapis kesejukan itu
jangan menyerah dan mereputkan harap
kita tak pasti bila matahari akan menjelma
tapi ia pasti ada
menunggu dalam kejauhan
memberimu semangat dan harap



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena