1 Aug 2013

Alam Yang Kau Gambarkan


rindu menjadi amat dekat
pada ranum kenangan antara awan dan bukit membiru
kedewasaan mengambil masa lalu
membiar aku menjadi pengelana
terbuang dari kesenyapan dan harum nafas pagi
semuanya menggamit memanggil dalam diam
dalam rindu yang tak bisa terputuskan
danau dan hujan yang turun
sawah dan kebun hidup yang tenteram
bagaimana hari pergi terjalin antara nyanyi burung
dan rendah awan senja
hinggalah sepi meraba antara rindu dan harapan
percintaan antara batas sawah dan hijau pohon ubi
kita menjadi dewasa menggalas asing pengalaman
cinta tersembunyi dalam lamgkah perantauan
masing-masing membawa garap hidup
dan laluan semakin jauh dan berubah
segalanya menjadi satu persetiaan yang tak disebutkan
hanya hadir dalam surat-surat kecil
yang kubacakan ketika angin memanggil sehabis hujan


begitu terasa rindu
mengisi ruang mengintai langkah
pada alam yang kaugambarkan
dalam puisi dan surat kecil itu
tak tahu mengapa segalanya menjadi asing
bayang-bayang pelagi dan rendah awan
meraba pandangan
meski terbiar dan terasing
di sarang kota yang menjarakkan




bagaimana pulang nanti
kau ada menanti membawa seberkas bunga lalang
dan aku memberikan padamu
rama-rama kuning yang kau impikan
tapi masih sudah merubah alir waktu dan putaran cerita
alam yang kaugambarkan
tak lagi seindah  nyanyi dan puisi


aku merindu laman
tempat terjatuh dan mencari tapak hidup
sebelum kota mengurung kita
menjadi asing dan berbeza
masihkah begitu alam yang kaugambarkan
kita berlari di bawah matahari
mengejar bayang-bayang panjang

tapi sedarlah kita masih berlari
mungkin bukan di bawah matahari
tapi mencari apung hidup yang damai
dan cinta semakin berbeza dalam tafsir dan makna



barangkali tak kita temui semua yang hilang itu
hanya menjadi rindu
sebagaimana surat dan puisi yang tak tertulis lagi

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena