1 Apr 2017

surat masa depan




SURAT MASA DEPAN

Sekadar bingkisan kecil untuk renungan seketika tentang masa depan. Semua masih jauh kerana ketika ini usia kita masih muda, sihat dan penuh tawa riang bersama famili, anak-anak dan kesayangan. Kalau pun sendirian, ada teman dengan jenaka dengan segala cerita dan semuanya menguntumkan senyum.

Teman-teman pun ramai di sekitar yang sudi menyapa dan setidaknya mengangkat ibu jari - bersetuju. Malah teman pula dari jarak berbeza-beza, jauh dan saling menyapa begitu mesra dan menyentuh jiwa. Terasa mereka begitu dekat begitu akrab - pertemanan yang indah

Semuanya sejiwa dan sehati. Seungkap rasa dan cebis minat cenderung dan mimpi yang serupa. Yang tak seiras dan serasi sudah lama ditinggalkan.

Sekadar diam seketika. Jika telefon bimbit terpadam, laptop tak bisa dihidupkan, talian internet nanar hidup pun menjadi lebih sukar dan sepi. Teman tiada? Bertanya seketika di mana teman yang dekat sperti sekuliah, serumah, seuniversiti, sama sekolah atau sama kampung. Sedikit bilangnya. Hanya kenal begitu-begitu tak akrab. Teman pergi kuliah teman berjalan tak rapat sangat. Kalau pun ada teman sejati seorang dua aja yang akrab dan sejiwa,
Eh.... sepinya hidup bila tanpa internet
Kosong dan lopong dunia ini

Terbaca cerita orang-orang tua terbiar di rumah bakti, tiada anak yang peduli sendirian dan memasuki dunia tua dengan segala murung dan pedih. Mereka menangis dan tak siapa melihat airmata mereka.

Baca cerita mereka masa muda dan kecil mereka ramai kawan. Masa sekolah ramai kawan. Berteman dan saling bertemu saling bertukar cerita. Cuma dipisahkan jarak dan masa bila anak berumah tangga dan menyusuri hidup baru. Terpisah temn putus khabar dan diam. Anak kesibukan oleh beban kerja dan tugas. Mula sepi. Tak tahu apa nak dibuat di rumah. Semakin sepi. Ada yang lebih tegar mula membawa diri ke rumah orang tua sebelum anak berbuat begitu.
Tua dan sepi tanpa teman
Pertemanan sirna separuh usia.

Tapi dengan situasi hari ini
Teman ramai dalam instagram dan facebook atau twiter
Teman berbicara dalam whatsapp, teman dalam talian
bisakan bertahan ke usia tua???

Teman sekalian mari renung sejenak
Adakah kita akan terus berteman sehingga usia menjangkau 50an hanya dalam talian? Masihkah kita ramai teman masa itu? Tapi teman hanya dalam sepi, manakah teman secara nyata - kawan-kawan sejiran, setaman perumahan, sekampung, sesurau dan lainnya... Masih kah kita ada mereka???? Sedang dalam usia muda ini pun kita tak jarang menyapa bagaimana dalam usia tua nanti????

Masih aku ada kamu dalam usia lanjut itu?
Memerhati dan melihat segala diriku
Atau teman kita dalam sepi dan kejauhan
Ambil foto dan tunjukkan mereka kepayahan kita
Mereka balas dengan ikon muram
Sepinya dalam usia tua kita
sakitnya masa depan

Sedang sekarang kita lihat  orang-orang tua yang ditinggalkan mereka masih ada yang menyapa dan bercakap meskipun itu bukan teman istimewa mereka. Tapi kita di masa depan kalaulah dibiarkan kita hanya sendirian. Di depan skrin kecil komputer menahan sebak dan sepi. Tak dapat kita bersuara kerana mereka tak mendengar. Malah dari ramai senarai teman mungkin hany tinggal puluhn saja yang kini bersama.  Mereka tak mendengar dan kita tak mendengar mereka. Kita hanya berkata kepada sepi kepada sunyi. Kepada bayang-bayang yang masuk ke dalam jendela hidup kita....
Sepinya teman.... baru kita terasa sekarang bagaimana kejiranan, persahabatan, perkenalanan secara nyata. Penuh hati budi dan suai diri. Bukan di alam sepi tak tahu pasti....

Marilah teman kita merenung masa jauh itu
Bukan untuk menakutkan
tetapi untuk kita pastikan
kita tak akan sendirian
dan sepi
tanpa teman
di dunia nyata
di alam maya

hanya airmata

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena