25 Jul 2016

aku tak lagi berada di lautan ii

 
 
aku tak lagi berada di lautan ii

aku tak lagi berada di lautan
berjauh dari gelombang dan butir pasir
hidup bersama warna baru
malam mendengar hujan 
yang jatuh di ranting-ranting
siang berjalan jauh
di tanah yang berlumpur 

belajar memahami cerita baru
petani yang membawa pulang jualan
pucuk-pucuk paku yang layu 
dan melihat wajah  makcik tua di gerai jagungnya
ternyata semuanya tak sebagaimana mimpi
banyak kereta lalu
tak semua berhenti
"orang memilih untuk belanja"
cakap seorang teman di warung kopi
 
apakah hidup mereka lebih payah
dari nelayan di lautan?
aku bertanya kembali
pengalaman lalu mengemudi
 
aku tak lagi berada di lautan
tak lagi mendengar cerita
anak-anak kecil tak berbaju
sekolahnya tak menentu
tapi di sini 
di tepi lebuh raya
aspal memanjang ke utara
masih terdengar cerita sama
luka yang tak berbeza
 
malam mendengar hujan
rintih lautan
rintih bukit-bukit berbalam
 
 
 
 
 


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena