5 Jun 2016

yang terindah


yang terindah

usah kaubiarkan
yang terindah itu
terlepas pergi
dari menjamah kalbu memugar rasa
inilah damai dari santun alam
menyentuhmu dari kejauhan
dari sudut pandang kilas tatap


terimalah semua itu
sebagai paksi pemukau jiwa
kekerdilan dan kehalusan diri
berhadap tafsir maya melebar mata
ia tercipta untukmu
menyembuhkan dan menyegarkan
sanubari dan raga
alam bersabda tentang warna dan ukir
inilah kebesaran maha pencipta
memahat tanda keindahan semesta


semua itu masih serpih kecil
dari gubuk besar keundahan
yang sempat kautemukan
dalam rangkul perjalanan atau singgah waktu
masih ada yang tak sempat
kautemukan tapi ia tetap memberi indah
syukurlah
apapun yang kecil itu
begitu indah
menjamah batin jiwa
  

barangkali masih berbaki waktu
untuk berulang datang
alam bernyanyi dan mengukir bentuk
di depanmu menebar sayap indah
atau kalaulah ini
terakhir dalam hitung ketika
kau telah menemukan
keajaiban
bersembunyi di celah garis dan warna
hijab alam
menjadi yang terindah
dalam
lakar kenangan








1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena