20 Jun 2016

air di kaca


air di kaca

sehingga ia membesar
dan merayapkan buram
sehingga aku semakin bertanya
untuk apa kau tiba?

kau pastinya tak peduli
untuk apa aku sini
menunggu di sebalik kaca
sedang kau semakin tiba
bersama renyai hujan
bersama angin berpantulan

barangkali
kita berkongsi nasib serupa
bukan di sini destinasi  singgahmu
terbadai angin dan  renjis hujan
tersesat di kaca jendela
sedang aku semakin hilang
segala apa yang lama aku perhatikan

bukan begitu niatmu
dan bukan pula aku membencimu
kita hanya berada
pada nasib yang tak pasti
hujan renyai belum berhenti
di kaca kau singgah
dan segalanya  begitu kabur
bagiku yang menunggu

semakin lama
semakin aku menerima
kau ada
tapi entahkah kau melihat
aku di sini
terkurung di kamar sepi
menunggu hujan berhenti
semakin hidup menemukan
apa yang tak selalu
kita dambakan



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena