23 May 2016

serpihan ii


serpihan ii

kita di tempat jauh
melihat kehijauan dan deru air
kenyamanan dan kesepian
angin menghantar kesejukan
tapi itu hanyalah serpihan
terlalu banyak kehijauan
dan kenyamanan yang belum tiba
hanyalah itu bisik alam
menghantar serpih tenteram
dari lubuk perbukitan
tetapi kitalah juga
perlahan dan tak menginsafi
meruntuhkan makmur tenang itu
atas nama pembangunan dan kemajuan hidup
kita musnahkan tenteram
dan kembali dalam serpihan 
terasing dan terpisah
oleh luka dan sukar
dengan tangan sendiri

begitu akhirnya
apa yang kita puja dan puji
damai mejamah jiwa
akhirnya kita musnahkan 
dan kita merindukannya lagi
begitulah kasih sayang
kita bina dengan segala cinta
dan kita patahkan dengan segala benci
perang dan serakah amarah
kita serpihkan persahabatan, cinta dan kesantunan
kita melihat airmata
kematian dan keterpisahan
dan merasa simpati keharuan
tetapi tangan siapa yang mengalirkan
segala airmata?

untuk apa sebenarnya kita ini
memuja dan memusnah
menyerpihkan hidup
berulang-ulang kali


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena