12 Mar 2016

perlahan berangkat


perlahan berangkat

izin aku perlahan berangkat
dari permaidani hatimu
dari jalur tatapmu
bukanlah untuk pergi dan melupakan
tapi memberimu waktu menerima
setiap jalan yang dilalui
akan ada penghabisan
dan setiap gelap yang melingkari
akan bermula lagi cahaya baru

sesakit manapun perpisahan
akan lebih mendukakan
semuanya terpisah dan hilang
khabar dan ingatan
terhenti pada sudut yang sepi
tapi sekiranya antara gilir masa
masih ada kenang dan bayang
tandanya hanya jarak merenggangkan
tapi hati masih saja menyapa
dalam deru lembut pawana

marilah berdoa
tuhan temukan kita
iktibar dan pedoman
bagaimana menyunting  bunga ikhlas
menyarungkannya 
di sanggul hidup
di telapak jiwa


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena