14 Dec 2015

nasi tak berlauk


nasi tak berlauk

makanlah sayang
hanya ini rezekimu hari ini
biarlah nasi tak berlauk
kaumasih bisa merasai makanan
jauh dari kita
ada yang lebih terseksa
mereka hanya meneka
mautkah yang menunggu 
di sebalik debu itu

makanlah sayang
nasi tak berlauk
setidaknya malam ini kau bisa tidur
bukan dalam kelaparan
mungkin nanti dalam mimpi
akan datang segala yang kau impikan

makanlah sayang
biar airmataku tak mengalir
dan kau bisa senyum lagi...

usah memandang ke lain arah
itu bukan milik kita
restoren besar dengan semerbak bau
ia bukan mampu kita
usah kau merasa pilu
nasi tak berlauk
yang mampu kusuap
makanlah sayang
usah terpesona dengan segala ada
kita hanya mampu di sini
di tepi tepian menunggu rezeki

makanlah sayang
biar airmataku tak mengalir
 




5 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena