18 Dec 2015

januari di jendela


januari di jendela

hujan masih turun dan bertiup lagi angin sejuk
pagi tidak lagi manis oleh sinar mentari
tetapi awan gelap bergulung panjang
tidak jauh dari jendela ini

di pasaraya tertulis panjang
diskaun dan potongan harga
tetapi ia masih tidak memberi nafas lega
awan gelap bergulung panjang
dan langit tidak membenarkan cahaya
inilah jalan-jalan licin dibasahi hujan
sedang hidup memijak batu licin
oleh harga barang melambung
harga harapan yang menurun
kepada siapakah mengadu
di dewan sejuk begitu ramai bersuara
kita semakin makmur
kita semakin dilimpah sejahtera
solidariti dan puja puji
suara rakyat hanya bisik-bisik
tak bererti

hujan masih turun dan angin sejuk berhembusan
sorak sorai dan puja puji akan diam
gendang dan muzik akan berhenti
kaupun akan pulang melihat realiti
wajah-wajah lesu dan pucat harap
esok perlukan baju dan sepatu
anak-anak ke sekolah tahun baru
makin berat degup jantung
januari menunggu di jendela
semuanya meminta minta
dari harga tol hingga ke belanja anak hari-hari

januari di jendela
tak ada senyum
tak ada sinar
hanya tebaran warna
yang luka













0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena