23 Sep 2015

menunggu di tempat ini


menunggu di tempat ini

kubawakan kenang panjang
tentang masa lalu yang membahagiakan
di sini menjadi lebuh kebangaan
senyum yang selalu tersemat di bibir
tenteram makmur lorong kecil ini
kalaupun ada sesekala kocak dan getar
tak menganggu mereka yang tidur 
atau lalu lintas akan berderet lancar
penjaja akan pulang dengan hasil berpatutan
sesekali menawarkan sirap dan kopi 
sebagai tanda syukur dan gembira
anak-anak yang melintas ketika pulang sekolah
terpapar masa depan yang terpeta jelas
hormat dan sapa tandanya di sekolah
mereka diasuh dengan budi dan nilai mulia
menjadi manusia berjasa
sesekala singgah petani dari desa jauh
membawa hasil untuk dijual di kota
dan berceritalah mereka tentang pentas hidup
yang sering dinyalakan oleh lampu kota
"tanpa kota hasil kami tak ke mana" kata mereka
dan cepat saja mereka pergi'
mengejar sebelum bangkit mentari

seharian di sini
aku melihat hidup yang bersemi bahagia
cinta dan mesra tumpah
persis hujan berjatuhan
tapi untuk beberapa waktu ini
aku menunggu di tempat ini
sudah berubahkah peta yang manis terlakar
malam pun semakin mengurung tenteram
apakah lorong kecil ini
tak lagi berpenghuni
apakah cinta dan sayang
semakin reput ditelan kabut
 semuanya menjadi
kesenyapan panjang
 



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena