17 Aug 2015

menghadap lautan


menghadap lautan

perlahan deru angin
bulan bergumpal gelombang
mendekat menyambar pantai
dengar suaramu singgah
kakiku basah

malam semakin pergi
bulan merendah cahaya
gelombang tak ingin berhenti
siapakah antara kita
menjadi paling setia
tidak akan beranjak pergi
hingga cahaya berganti

malamkah menambatku
menghadap lautan
atau hanya merindu bulan
pesona pada kerlip cahaya
di muka air

usai semua itu
segalanya diam
ketika matahari bermain cahaya
masihkah ada cinta
pada bulan yang pergi
pada lautan yang menyendiri


 

1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena