15 Jun 2015

pada tanah minden




pada tanah minden

tanah ini tumbuh dari jantung laut
bangkit dari zat pulau debur ombak memberi warna
paginya matahari menerbit cahaya
membuka peta murba bangsa mencari tapak matang
meneroka kilas bijaksana dalam gerak mantra nusa
keberanian bukan datang dari sanggah dada
atau kuat genggam menerkam lawan
ia datang dari pondok perjuangan bersama tasbih kasih
ia puncak cita merawat luka bangsa tertimpa banir sejarah
tanah cerah yang tertusuk belerang dan ledak nestapa
mereka memijak pasir menggalas hasil menuang debu
ke dalam mangkuk harap puspa negeri
mereka menangguk emas memasang bingkai bimbang
dan mereka pergi dengan segala sorak sombong
mengira untung dari luka kita bersama

tanah ini tumbuh dari jantung laut
ombak bertubi menerpa membadai memunggah sakit
kita jadi berani menatap seteru dan berkumpul menajam fikir
usm adalah kelopak segar mencanai minda memintal kebijakan
pada tanah miden yang kecil terlahir relung besar taman bestari
kita masih berdiri di atas perbukitan tinggi mendogak langit terbuka
kita mampu menyisih jerih menganyam sutera pemikir bangsa
kita mampu menebak gundah menajam langkah kemenangan
tanah kecil ini tanah kebangaan kita
jantung bangsa kita berdenyut melontar semangat
tanah kecil ini milik mulia ayah bonda
jantung laut zat pulau deru ombak memperkasa langkah
jangan menyerah menghadap payah
ia bukan dari sanggah dada atau kuat genggam
ia datang dari susur bestari persis akar menyirat banir
ia datang dari obor hemah tak berhenti menyala

tanah miden ini kecil
tapi di atasnya tertanam bunga kemenangan
mendongak wajah menyusun keberanian
mari kita dengar tasbih perjuangan dari pondok bangsa
mereka sedang menanti kita untuk sama memugar tanah
melengkapkan lumrah, bangsaku pantang menyerah

tanah ini tumbuh dari jantung laut
bangkit dari zat pulau dan debur ombak
tanah ini sedang meminta kita untuk berlari
menutup pintu seteru menghalang lagi kepedihan lalu
berulang kembali
jantung laut adalah jantung kita
zat pulau adalah zat kita
mari kita menerpa persis debur ombak
meranap batu nista menghambat guruh gempa
kita tak akan menyerah lagi dan tak akan berhenti
demi tanah jantung ini
aku rela mati demimu


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena