7 May 2015

guru dalam puisi : garis




garis

yang pertama kauajarkan adalah garis dan titik
berbekas pada kertas kecil hidup muridmu
ia membesar menjadi aksara dan warna
kaulah yang menajamkan kalam kebijakan
membuka peta harapan dan melukis garis mimpi
saban hari mereka akan tiba di hadapanmu
menatapmu dengan segala kepercayaan segala harapan
bahawa kau akan mengisi relung jiwa mereka dengan keyakinan
bahawa kau akan membimbing tangan-tangan mereka
mendaki puncak tinggi menatap pulau-pulau jauh

kaulah yang membajak akal menjadi ladang kebijaksanaan
kaulah yang menabur benih berani membajai gigih perjuangan
pesan-pesanmulah obor hikmah cahaya pada gelap yang datang
kaulah dupa wangi memberi harum setanggi perjuangan

datanglah dengan hatimu dengan cinta dan kasih sayang
semua itu adalah hujan yang menghijaukan padang sukma
jadilah bening embun membuka kesegaran kelopak hidup
siapa lagi yang harus menjadi kekasih yang mengerti
atau sahabat yang budiman
kala mereka meraba dalam khilaf tertinggal denai perjuangan
siapa lagi yang harus memberi petunjuk kala mereka melihat kekosongan
siapa lagi yang harus mengesat airmata kala kehibaan merempuh panjang
tataplah hati mereka suara jiwa yang sering mereka lafazkan
mereka masih kerdil mamahami kasar hidup dan ganas gelora cabaran
ukirkanlah garis senyum di bibir mereka
biar hati mereka berbunga cinta
biar jiwa mereka berbingkai ketulusan
biar jantung mereka berukir indah kasih sayang

terima kasih cikgu
cermin pujangga kitab bestari rujukan insan
lorong terbuka denai manusiawi pemandu insan
pohon pelindung akar kasih sayang hubungan insan
segalanya bermula dari garis bakti dan tuai jasamu
nyala bintang gemerlap di langit zaman
terima kasih cikgu





0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena