4 Sep 2014

tempatmu bukan di luka itu ii


tempatmu bukan di luka itu ii

tak pernah ada warna abadi
 seteguh mana kau menanti
semua akan memudar dan sirna
begitu gores tinta pada album hidup
usah biarkan jemarimu semakin dingin
keyakinan harus kaupanaskan
dengan alir darahmu dengan degup jantungmu
dengan semangat yang kaulenyapkan
ke dalam telaga batinmu

aku amat mengerti
bagaimana getirnya ketiadaan
tiba-tiba sepi menyambar 
yang tinggal adalah degung masa lalu
yang terakhir kautatap
sebelum gelap menambat
segalanya menjadi amat tiada
tempatmu bukan di luka itu
kutahu bagaimana airmata mengalir
tapi usah hatimu retak jiwamu remuk
tataplah sekali lagi ke dalam gelap awan
bukankah tertinggal sisa garis cerah melajurkan cahaya
bukankah masih ada sinar
sehabis awan pergi
kecerahan mengulang datang
segenap turun hujan akan ada kesejukan
akan bermula kesegaran
akan ada burung berterbangan
berkicauan

kita belajar dari kerapuhan
dari pecahan kaca yang bertaburan
dari teluk redup hidup
tempatmu bukan di luka itu
perlahan melangkah perlahan memijak kebenaran
kembali pad udara dan  gulung awan
tak sempurna kita
selain duka dan bahagia
bergandingan


0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena