15 Aug 2014

Cinta Negara Sudirman


Disedari atau tidak, sudah 22 tahun Sudirman meninggalkan kita. Pada tahun ini sebahagian dari lirik lagu Sudirman, Warisan menjadi tema Sambutan Hari Kemerdekaan ke-57 Di sini Lahirnya Sebuah Cinta. Nostalgia dan kenangan terhadap Sudirman kembali berbingkai.

Disedari atau tidak, ada khazanah besar yang ditinggalkan Sudirman untuk tatapan, renungan dan santapan seluruh rakyat Malaysia. Ia menjadi warisan yang amat berharga dan perlu dikenang dan dijadikan pedoman dan iktibar untuk rakyat negara ini. Sempena Hari Kemerdekaan ke-57 marilah bersama kita menghayati kembali warisan yang ditinggalkan Sudirman.

Warisan yang berharga itu adalah lagu-lagu cinta negara yang dinyanyikan Sudirman dan menjadi khazanah negara. Cinta kasih, penghormatan, dan patriotisme Sudirman tercatatat jelas dalam lagu-lagu yang dinyanyikan. Rasanya sesuai benar dengan sambutan Hari Kemerdekaan ini kita kembali meletakkan kalungan penghargaan yang tingga serta kembali menghayati secara mendalam akan Cinta Negara Sudirman.

Tercatat  pada album Abadi (1982) terbitan EMI (M) Sdn Bhd nota Sudirman tentang kehadiran album berkenaan :


"KEHADIRANKU ditulis atas rasa kesedaran yang kita pernah dijajahi dan dibelenggui. DI BUMI BERTUAH adalah sebuah cerita kebanyakan anak kampung yang bertanggungjawab atas pencapaian mereka sendiri. Tetapi disebalik kejayaan itu terdapat ibu tua miskin yang rela berkorban apa saja untuk anak-anak mereka. UNTUKMU merakamkan rindu mereka yang jauh, terhadap tanah air yang dicintai; dan SABARLAH MENANTI bagi mereka yang ditinggalkan yang jauh.

8 KE 4¼ diilhamkan dari dikir barat hanya menggunakan satu 'note'.  Ini melambangkan satu pergerakan ke arah satu matlamat berlandaskan keharmonian. 31 OGOS, sebuah lagu lama yang tetap membawa erti yang mendalam dari tahun ke tahun.

Sejak kecil saya suka membaca sajak-sajak patriotik. DI SUATU PAGI diilhamkan dari sajak-sajak sedemikian. Sering kita nyanyikan jasa perwira kita, tetapi ingatkah kita akan ibu dan isteri yang dengan rela hati melepaskan mereka pergi. PERTEMUAN ABADI, WARISAN, INDAHNYA ALAM dan TEGAKKAN BENDERA KITA adalah lagu-lagu yang jelas menggambarkan cinta ini" (Sudirman, Februari 1982)

Lagu-lgu yang terisi dalam album Abadi yang diterbitkan oleh S. Atan ini antaranya :

1. Warisan (Syed Haron)
2. 8 Ke 4¼ (Punch Card) (Tradisional / Habsah Hassan)
3. Kehadiranku (Omar Taib / Sudirman)
4. Untukmu (Syed Haron)
5. Di Suatu Pagi (Sudirman)
6. Indahnya Alam (R. Maroeti)
7. Pertemuan Abadi (S. Atan / Habsah Hassan)
8. Sabarlah Menanti (Khairil Johari Johar)
9. Di Bumi Bertuah (Aimen Sharif / Sudirman)
10. 31 Ogos (Copyright controlled dari nyanyian Ahmaad C.B.)
11. Tegakkan Bendera Kita (S.Atan / Sudirman)

Album ini jelas menzahirkan warna jiwa Sudirman akan penghargaan dan penghormatan Sudirman terhadap tanahair. Jarang kita temui seorang penghibur yang begitu bersungguh-sungguh merakamkan penghargaan akan tanahairnya sehebat Sudirman. Lagu-lagu yang termuat adalah seruan keramat Sudirman untuk rakyat negara ini menghargai dan menyanjung tinggi akan tanahair sendiri. Begitu besar harga kemerdekaan dan begitu bermakna hidup dalam makmur dan tenteram dalam sebuah negara yang pesat berkembang.

Bagi Sudirman setiap dari kita harus menghargai negara ini dan berbakti untuk negara. Segenap bakti dan kasih sayang itu diperjelaskan dengan cara sendiri. Setiap dari kita berhak untuk memberi bakti dan menghargai sebuah negara bebas merdeka dengan keadah yang terbaik mampu mereka lakukan.
Ia dijelaskan oleh Sudirman dalam lagu Warisan :

Warisan

Disini lahirnya sebuah cinta
Yang murni abadi sejati
Disini tersemai cita cita
Bercambah menjadi warisan

Andai ku terbuang tak diterima
Andai aku disingkirkan
Kemana harusku bawakan
Kemana harusku semaikan cinta ini

Betapa
Dibumi ini ku melangkah
Ke utara selatan timur dan barat
Kujejaki

Aku
Bukanlah seorang perwira
Gagah menjunjung senjata
Namun hati rela berjuang
Walau dengan cara sendiri
Demi cinta ini

Ku ingin kotakan seribu janji
Sepanjang kedewasaan ini
Ku ingin sampaikan pesanan
Aku lah penyambung warisan




Penghargaan sebuah kemerdekaan disebatikan dalam lagu Tanggal 31 yang dinyanyikan semua oleh Sudirman dengan tenaga, ekspresi serta emosi yang lebih bergetar dan menghargai kebangkitan negara dari jaring penjajahan.

Tanggal 31

Tanggal 31
Bulan lapan lima puluh tujuh
Merdeka ! Merdeka !
Tetaplah merdeka
Ia pasti menjadi sejarah

Tanggal 31
Bulan lapan lima puluh tujuh
Hari yang mulia
Hari bahagia
Sambut dengan jiwa yang merdeka

Mari kita seluruh warga negara
Ramai-ramai menyambut hari merdeka
Merdeka !
Tiga satu bulan lapan lima puluh tujuh
Hari mulia negaraku merdeka



Begitu berbeza Sudirman menzahirkan lafaz kasih dan cinta akan negaranya. Ia dibawakan dalam nada romantis secara halus dan santun memujuk setiap rakyat negara ini melafazkan rasa cinta dan kasih akan tanahair sendiri. Ia diterjemahkan dalam nada, irama dan bahasa yang sederhana tetapi amat memikat dalam Kehadiranku :

Kehadiranku

Dulu aku pernah dilukai
Dan engkau pernah dinodai
Tapi semuanya kau renangi
Beriring airmata segala derita

Sungguh terharu hati ini
Dengan apa yang kau lalui
Ingin ku merangkai jiwamu
Agar luka lama tak berdarah kembali

Hadirnya ku di sisimu
Dengan hati tulus suci
Kubelai sepenuh jiwa
Tiada lagi airmata

Selagi ada hayat ini
Kujunjung kebahagiaanmu
Tapi bila sampai waktu ku pergi
Hanya doa dan restuku menjagamu selalu

Pada mulanya terasa lagu ini adalah bahasa cinta biasa anak muda tetapi setelah dihalusi kiuta mula menemui akan ungkapan penghargaan dan sumpah setia Sudirman akan negaranya. Tiada lain tugas seorang warganegara adalah untuk berbakti demi negara dengan sedaya yang mampu. Sesudah segala itu ditunaikan tinggal doa dan harapan agar kemerdekaan dan kemakmuran ini terus bertunas untuk negara tercinta ini. Ia begitu mengharukan. Secara halus dan penuh romantis Sudirman berjaya memujuk jiwa kita untuk bermuhasabah akan hidup sebagai rakyat di bumi tercinta ini. Tidak mudah kemerdekaan ini kita gapai dan bukan mudah untuk melupakan getir dan sengsara perjuangan mencapai sebuah kemerdekaan:
 
Dulu aku pernah dilukai
Dan engkau pernah dinodai
Tapi semuanya kau renangi
Beriring airmata segala derita

Sudirman - Kehadiranku




Imbauan cinta akan tanahair dibawakan dengan cukup menarik oleh Sudirman menerusi lagu Indahnya Alam. Imej-imej alam tanahair dipaparkan secara romantis dan mampu melahirkan kerinduan dan cinta kepada mereka yang berada jauh dari tanahair. Begitu juga rindu kampung halaman dibangkitkan dalam lagu ini. Demikianlah Sudirman mengajak kita cinta dan kasih akan kampung halaman dan tanahair dalam lagu-lagunya

 Indahnya Alam

Angin berbunyi di pohon kelapa
Membawa berita khabar yang jauh
Sambil menyanyi berbisik apa
Betapa indahnya jika ku tahu
Alangkah indahnya alam

Terang benderang terang cuaca
Bersulam-sulam awan melindungi
Alangkah indahnya alam

Hatiku girang tambah bahgia
Menikmati alam yang indah ini
Alangkah indahnya alam
Alangkah indahnya alam




Bagi mereka yang berada di perantauan, imbauan tanahair disenandungkan oleh Sudirman untuk membangkitkan kasih sayang dan rindu akan tanahair. Ia begitu mencengkam jiwa dan begitu menusuk kalbu :

Untukmu

Ku rindukan kedinginan hujan
Dalam kesejukan salji
Yang membekukan tubuh ini
Yang menyesakkan kalbu ini
Di masa begini ketika sendiri
Semuanya terbayang kembali

Untukmu aku rakamkan
Sebuah kisah rindu
Yang kini mencengkam
Untukmu aku dendangkan
Sebuah lagu kembara
Di rantauan

Kesunyian kekosongan rasa
Dalam penitian masa
Yang menyesakkan tubuh ini
Yang menyesakkan kalbu ini
Fajar yang menyinsing
Di tempat yang asing
Embun pun tak terasa hening 



Hidup berdagang di rantau orang dimanfaatkan dalam lagu Anak Dagang yang dinyanyikan semula oleh Sudirman. Secara ekstrinsik ia sebagai pesan dan pedoman kepada mereka yang jauh merantau. Tetapi secara intrinsik pula, Sudirman masih melayarkan ingatan dan kenangan bagi mereka jauh terhadap kampung halaman dan negara sendiri. Ungkapan peribahasa menjadi penghubung untuk kita terus mengenang asal-usul dan mengambil pedoman hidup merantau. Begitu Sudirman mengingatkan kita kepada tanahair yang jauh atau kampung halaman yang ditinggalkan

Anak Dagang

Anak dagang di rantau orang
Biar pandai membawa diri
Anak dagang di rantau orang
Biar pandai membawa diri.

Jaga tutur kata jaga cermat
Peri bahasa selalu berbudi tinggi
Biar merendah kata orang jangan dibantah 2x
Fikir dahulu sebelum berkata.


Anak dagang negeri orang
Jika selalu meninggi kan diri
Anak dagang negeri orang
Jika selalu meninggi kan diri

Sombong dan iri hati
Mementingkan kemahuan sendiri
Akhirnya engkau mendapat keji
Peribahasa manis jangan terus ditelan 2x
Pahit jangan terus dibuang

Di sini lahirnya sebuah cinta. Marilah kita kembali merenungi lagu-lagu kenegaraan Sudirman. Barangkali kita akan semakin mengerti dan matang mengenali akan cinta tanahair. Kita akan menginsafi akan getir sejarah dan pedoman hidup ke masa depan.

Kita amat menyayangi negara tercinta ini.
Dan kita perlu memberi penghargaan bahawa Sudirman meninggalkan khazanah berharga untuk rakyat terutama anak muda kita. Barangkali lagu-lagu Sudirman akan berada di persada yang tertinggi dan mendapat sanjungan sewajarnya. 

Patriotisme Sudirman tak terbandingkan. 
Al-Fatihah.

teriring doa - sudirman




0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena