31 Jul 2014

puisi-puisi Amir Hamzah


dagang

susahnya duduk berdagang
tiada tempat mengadukan duka
bundaku tuan selalu terpandang
hendaknya berjumpa apatah daya

terlihat-lihat bunda merenung
rasa-rasa bunda mengeluh
mengenangkan nasib tiada beruntung
luka peceraian tiadakan sembuh

bundapun gering seorang diri
hati luka tiada berjampi
nangislah ibu mengenangkan kami
rasa tiada berjumpa lagi

allah diseru memohonkan restu
moga kami janganlah piatu
aduh ibu, ke mana hulu
bukankah langit tiada berpintu?

sudahlah nasib tiada bertemu
sudahlah untung hendak piatu
bagaimana mengubah janji dahulu
sudah diikat di rahim ibu

- Amir Hamzah


terbuka bunga

terbuka bunga dalam hatiku
kembang rindang disentuh bibir kesturimu
melayah-layah mengintip restu senyummu

dengan mengelopaknya bunga ini, layulah
bunga lampau kekasihku

bunga sunting hatiku, dalam masa mengembara
melanda diriku

kekasihku! inilah bunga sejati yang tiada
kan layu?

- Amir Hamzah



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena