25 Jul 2014

antara bayang bulan


bagaimana kesulitan ini
menerjah tangkai jiwa
membingkai pedih
sabda yang tak terterungkap
tapi mengalir dari pintu wajah
kerapuhan rasa keperitan kalbu
antara bayang bulan
bergerak awan pekat menutup cerah
semakin memanggil kegelapan
semakin ingin mengerti
semakin memberat luka begini


apakah yang terbenam dalam sungai harap
begitu samar di bawah bayang bulan
hanya airmata yang mengalir
membasuh pedih yang terbenam
di segenap tumbuh harap
mereka hanya membawa topeng-topeng
berlari antara padang juang
bedil dan api hanyalah pertaruhan kuasa
dan kita meminum kesakitan
dari apa yang mereka nyalakan



 antara bayang bulan
ramadan yang pergi 
dan syawal yang menjelma
kita menyaksi belasungkawa
kepada tuhan berserah
semoga dipermudah segala atur langkah
dan hikmat yang tersembunyi
bersama mencari erti




0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena