10 May 2014

surat cinta buat seorang ibu



surat cinta buat seorang ibu




aku tidak selalu tiba pada ketika kau sangat perlu
tidak sebagaimana kau selalu ada
memerhati dan memberi peduli
pada segenap ruang dan waktu
membetulkan apa yang tak sempurna pada matamu
begitu kauperbuatkan padaku
memberikan seluruh waktumu
hanya untuk menjagaku
memberi peduli tanpa lelah dan berbagi
kauletakkan aku pada puncak hidupmu
mengisinya dengan kasih sayang dan cinta
yang tak pernah longgar dan lupus

kaumemberikan apa yang terbaik dari hidupmu
kepadaku

aku tidak selau bertanya pada ketika kau sangat ingin mendengar
tak sebagaimana kau selalu berbicara dan bertanya
ketika aku diam dan kusam
apa lagi dalam dodoi dan dendangmu
ada nyanyian cinta dan harapan 
yang sering kauungkapkan
memberi ingat dan kata semangat
agar aku menjadi berani menghadapi kedewasaan
semua itu kaubungakan menjadi selendang cinta
menutup tubuhku saban ketika
aku diriuhkan oleh tugas dan impian
mengusung pinta hatiku
dan perlahan melepaskan ingatan
pada seraut kasih sayangmu

kau memberikan apa yang terbaik dari hatimu
kepadaku

aku tidak selalu berdoa ketika kau saban waktu memohon restu
dan lindungan Ilahi
dari kejauhan doamu sentiasa ada meniti bibir
merantaikan cintamu ke dalam hatiku
kebahagiaanmu tertulis pada kebahagiaanku
aku dikepung oleh kesibukan dan pasungan masa
doa untukmu semakin mengecil
semakin terbiar engkau dari kalbuku
aku telah menjarakkan cinta
yang begitu akrab kau bina
sebaris namamu sering tenggelam
oleh kepungan ekonomi dan kebisingan jentera kota
sedang kau dari sudut kecil rumah tua itu
selalu menatap wajahku
dalam baris doamu
dalam garis rindumu

kau menyerahkan apa yang terbaik untuk diriku
kepada Allah maha penentu
dengan doa dan cinta seorang ibu

aku amat pasti
sekeping surat ini tak terbalas
akan segala peduli dan ikhtiar
harap dan doa 
yang sering kau perbuatkan untukku
tapi aduhai ibu
maafkanlah kealpaanku kepada hatimu
kuutuskan ini sebagai janji dan harap
bahawa dalam segenap waktuku
aku selalu ingin kau ada
sebagaimana kau sering menatap aku
dari sepi sunyi hidupmu

maafkanlah aku aduhai ibu
menjadi anak yang alpa
bahawa dalam hidupku ini 
ada seberkas cinta indah
datangnya dari sinar hatimu
dari relung jiwamu
kepadaku
tak berbagi



1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena