24 May 2014

cebis masa

cebis masa


begitu kecil kita dalam cebis masa
suatu ketika berada pada pagi segar
matahari riang bersinar melentur warna
semangat yang bernyala dan merdu nyanyi hari baru
awan berlapis menebar kesejukan langit biru
baru sebentar kita bermimpi dan menemui keyakinan itu
baru sebentar kita memulakan perjalanan
baru sebentar burung-burung bagi melintas riang
seperti keajaiban pagi akan melayarkan ketenangan
membuka nasib hari dengan cermin kebijakan
pengalaman dari teluk lalu seperti memberi kekuatan
inilah hari baru
hari engkau mengukir senyum panjang
dan kita membilang kemanisan 



begitu kecil kita dalam cebis masa
tiba-tiba kita kembali ke perdu waktu
yang mengapung adalah awan gelap senja
matahari suram melentur warna
bayang-bayang panjang yang melintang di aspal
adalah larut hidup yang semakin berhujung
terasa begitu terbeban dalam usungan hidup
mimpi yang mengecil dan langkah yang melonglai
kemesraan persis sirna bersama garis-garis hitam merah bertebaran
begitu tiba-tiba segenap lorong terisi kesunyian
semakin banyak yang tertinggal dari garis diri
sungai yang perlahan mengalir menuju kuala
burung-burung pulang dengan lelah
dengan kicau yang lemah
inilah garis pemisah sebuah hari
akan berakhir ketika matahari menamatkan sinar
akan terjawab segala pencarian dan kejar mimpi


inilah kehidupan pada rentaknya
dalam bingkai kecil cebis masa
tak sebagaimana bermula
begitu garis akhir
tapi esok akan tiba lagi
dan kau harus berdiri kembali
menyunting manis pagi
membelai lemah senja


2 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena