11 May 2014

catatan kecil buat ibu


i.
menyebut nama ibu, adalah menyebut kalimat cinta indah.
ia begitu bening, begitu hening
begitu memintal jiwa
kerana darinya bermula segenap cinta, harapan.
kasih sayang, pengorbanan, dan segala apa lagi perihal hidup manusia ini.
darinya kita belajar memahami cinta, kemanjaan dan kasih sayang
ibulah yang memulakan segala perjalanan panjang ini.
ibulah yang meletakkan segala warna pada diri
membentang peta kejujuran, ketulusan, keprihatinan
dengan gelora lembut dari hatinya
gelora cinta

banyak lagu tercipta dari kreativiti dan landas cinta ini
ada yang begitu menusuk jiwa begitu mengguris rasa
antaranya marilah kita dengarkan bersama


Lagu Untuk Ibu
Sebening titisan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bilaku tatap wajahmu oh ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku

Air wudhuk selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra putrinya

Oh ibuku engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
Pengorbananmu tanpa belas jasa

Ya Allah ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan
Di dunia juga di akhirat

lagu untuk ibu



Ayah dan Ibu
Ayah dan ibu
Itulah permulaan kami
Dapatlah melihat bulan dan
Matahari
Ahai...

Yang dikurniakan dari Ilahi
Ahai...
Ayah dan ibu lah
Mesti dihormati

Ayah dan ibu
Wali dan juga keramat
Pada mereka kita beri hormat
Ahai...
Bagilah tunjuk ajar dan
Nasihat
Supaya hidup
Supaya hidup kita akan selamat

Ayah dan Ibu



Buatmu Ibu
Ibu? bergenang airmataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tidak pun kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu telah terkorban
Tak dapat ku balasi
Akan semua ini
Semoga Tuhan membekati kehidupanmu ibu?

Ibu? kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amat aku harapkan
Kerana di situ letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang kau berikan

Ibu? kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amat aku harapkan
Kerana di situ letaknya syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasihanilah, Tuhan?
Ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana
Moga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana

Buatmu Ibu



Lagu Ibu
Lembut ku kenang kasihmu ibu
Di dalam hati ku ingin menanggung rindu
Engkau tabur kasih seumur masa
Bergetar syahdu oh di dalam nadiku

Sembilan bulan ku dalam rahimmu
Bersusah payah oh ibu jaga diriku
Sakit dan lemah tak kau hiraukan
Demi diriku oh ibu buah hatimu

Tiada ku mampu membalas jasamu
Hanyalah doa oh di setiap waktu
Oh ibu tak henti ku harapkan doamu
Oh ibu tak henti ku harapkan doamu
Mengalir di setiap nafasku
Mengalir di setiap nafasku
Oh ibu, ibu, ibu

Lembut ku kenang kasihmu ibu
Di dalam hati ku ingin menanggung rindu
Engkau tabur kasih seumur masa
Bergetar syahdu oh di dalam nadiku

Indah bercanda denganmu ibu
Di dalam hatiku kini selalu merindu
Sakit dan lelah tak kau hiraukan
Demi diriku oh ibu buah hatimu
Tiada ku mampu membalas jasamu
Hanyalah doa oh di setiap waktu
Oh ibu tak henti ku harapkan doamu
Oh ibu tak henti ku harapkan doamu
Mengalir di setiap nafasku
Mengalir di setiap nafasku
Oh ibu, ibu, ibu

Allahummaghfirlii waliwaa lidayya
Warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Lembut ku kenang kasihmu ibu

Lagu Ibu



ii. 
cinta ibu terakam indah dalam relung hidup manusia.
ia bukan cinta biasa tetapi
persada perjuangan kasih sayang manusia
namun tidak semuanya mampu membalas segala cinta
yang pernah terjamah oleh hati

hargai cinta yang tumbuh dan subur
dalam sanubarimu
terutama cinta terhadap ibumu
tak ada pengasingan baginya
tak ada penyesalan akibat kau memiliki cinta itu

selamat hari ibu
segalanya terindah
hanya dari hatimu...


iv.
Bacalah catatan ini, banyak yang dapat kita renungkan bersama



Santa Cruz (Miyagi) - Ini adalah satu kisah dari sekian banyak kisah nyata tentang pengorbanan seorang Ibu, cerita ini terjadi di Jepun beberapa waktu lalu, ketika gempa bumi serta tsunami menyerang negara itu

Ketika gempa bumi semakin red, pasukan SAR telah mencapai puing-puing di berdekatan rumah ibu muda, mereka melihat sesosok tubuh seorang perempuan di antara puing-puing tersebut, tetapi posisi tubuhnya sangat aneh.

Dia bersimpuh layaknya orang bersujud, tubuhnya condong ke depan dan kedua tangannya seperti disangga oleh sebuah benda. Rumah yang roboh itu telah menimpa kepala dan juga punggungnya.

Dengan penuh kesulitan, ketua pasukan SAR berusaha memasukkan tangannya melalui celah lubang kecil dinding untuk menyentuh tubuh wanita tersebut. Dia berharap wanita tersebut masih hidup. Tapi tubuh yang telah dingin serta kaku. Dia telah meninggal.

Dia, dan juga pasukannya yang lain, meninggalkan rumah tersebut untuk  mencari korban dari puing-puing bangunan yang lain, tetapi disebabkan oleh beberapa alasan dan dorongan batin entah dari mana, ketua pasukan SAR tersebut tergerak untuk kembali menggeledah sisa rumah wanita tersebut.


Lagi-lagi, dia berlutut dan meletakkan tangannya di ruangan kecil dibawah mayat wanita malang tersebut, tiba-tiba dia berteriak kegirangan. "Ada anak! Lihat! Ada anak dibawah sini!" teriak seorang petugas SAR. Keseluruhan pasukan SAR bergegas membantu, dengan hati-hati mereka membersihkan puing-puing di sekitar wanita tersebut, ada seorang bayi (kurang lebih berumur 3 bulan) terbungkus disebuah selimut bercorak bunga-bunga di bawah mayat ibu tersebut.


Tentu saja, wanita tersebut telah melakukan pengorbanan luar biasa untuk menyelamatkan anaknya. Bayi comel tersebut masih tertidur ketika ditemukan ketua pasukan SAR yang menemukannya.  Pasukan medikal  segera memeriksa bayi yang baru  diselamatkan, setelah mereka membuka lembaran selimut tersebut mereka melihat sebuah handphone di dalamnya, terdapat sebuah pesan teks yang terpapar di layarnya yang bertuliskan, "Jika kamu selamat, ingatlah, Ibu mencintaimu."

Handphone tersebut beredar dari satu orang ke yang lainnya, semua yang membaca pesan tersebut bersimpuh dan menitikkan air matanya, "Jika kamu selamat, ingatlah, Ibu mencintaimu." 

Begitu besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya.

1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena