8 Apr 2014

bagaimana airmata


bagaimana airmatamu mengalir
sehabis upaya aku ingin menahannya
tapi tak semuanya bisa terhapus oleh jemariku
aku tahu kau tak memilih jalan gerhana
tetapi dalam ulang waktu dan pintas ketika
kita akan melintas sepi 
atau terbenam dalam guris yang panjang
bagaimana senja itu turun dan menghantar cahaya jauh
 gelap yang memanggil dan terasa akan hilang bersama pergi
kepayahan akan ada
keperihan akan tumbuh
sebagaimana kaki melangkah 
ada ketika tertusuk tajam onak
jangan mengalah dengan kesakitan kecil
barangkali esok akan kau dengar jeritan
atau masih ada yang berladung kesedihan
tetapi mereka tidak ingin menangis
 kerana untuk apa airmata
kesedihan adalah anugerah 
tuhanlah yang tahu bagaimana semua itu





1 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena