6 Dec 2013

sahabat

 

bertahun-tahun kau menetas bingkai bakti
memerah tenaga dan bakat
tuhan telah memilihmu hidup sebagai seorang guru
memintal hayat di atas kertas nasib seorang guru
kautelah memberikan segala apa yang kau miliki
mengisi bekas usia dengan gelora dan debar seorang guru
di mana pun kau berdiri akan kaubisikkan kata dan suara
"ilmu dan bijaksana akan membawa kau keluar
menuju padang-padang kemenangan"

begitu terjadi di depan mata, seorang guru
akhirnya tiba jua pada pintu pamitan
menghabiskan bakti menamatkan tanggungjawab
dan tidak lagi berdiri di sini
yang tinggal hanya kepalan ingatan
memasuki rongga fikir dan jalur kenangan
kau telah menamatkan janji pada hidupmu
tiba di pelabuhan akhir ini
meski di sekelilingmu masih ramai menanti dan mencari
mengharap petunjuk mencari pedoman
masih ramai menadah tangan membuka harapan
bersedia memetik bunga ilmu yang kautabur
kau akan meninggalkan mereka
kerana waktu bukan lagi milikmu

apakah yang dapat diberikan untuk seorang guru
pada hari terakhir dia berdiri di depan murid-muridnya
ketika dia melihat impian dan harapan
yang tak lagi tertunaikan
ketika dia hanyalah sejarah
jasamu tak terhitungkan
jika menara kau tinggi  menembus awan
jika ladang kesuburan dan zat alam berkumpul di akarmu
apalah yang dapat diberikan
selain terima kasih dan menyentuh tangan baktimu
selain senyum tanda penghargaan
demikian  seorang guru pada penghujung waktunya
akan pulang dan sendirian menghabiskan sisa masa

selamat berangkat seorang sahabat
tertunai bakti atas perdu kehidupan ini
kau memilih jalan berani menyusun jambak hidup
dan pulang dengan sebaris nama
cikgu
\terima kasih atas apa yang kauberikan



3 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena