21 Dec 2013

kulalui kembali jalan itu

kulalui kembali jalan itu


kulalui kembali jalan itu
menemui titik-titik kecil dalam arus waktu
tapi begitu besar lakarnya di atas  peta kenangan
masih tersua awan bergulung perlahan
angin berhembus dan matahari akan selalu mengintai
dari celah banir perbukitan
masa lalu mengajakku berlari
antara padang dan sungai yang perlahan mengalir


semakin terasa segalanya begitu banyak bertukar
pohon itu tak lagi berdiri
bangku-bangku kecil bertukar menjadi lanskap kediaman
padang pun telah berganti aspal memanjang
sungai pun makin kehilangan kejernihan
garis-garis masa lalu dan masa depan
tak pernah bertemu
hanya kita yang ingin menyatu
kenangan dan mimpi-mimpi berkali-kali
sedang ia begitu jauh dari realiti


kulalui kembali jalan itu
segala yang berubah akan terus begitu
kita tak bisa menambat  waktu
setiap kepergian akan terganti ketibaan
meski segalanya amat berbeza
tapi yang pasti
kita juga tak tiba memaksa hati
berpaling dari tatap ingatan
kerana apa yang pernah ada
mengukir garisnya yang tersendiri
kalaupun bisa terulangi
perjalanan itu amat berbeza 
hanya menambah keasingan
menyulitkan kenangan




0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena