4 Jun 2013

Kalau Kita Menjadi Kayu

KALAU KITA MENJADI KAYU

(Abdul Rahim Idris)
 


Maksud
Rangkap 1
Penyajak menyeru kepada pembaca agar menjadi orang yang berguna dan bermaruah/bernilai tinggi. Paling tidak, menjadi manusia biasa yang ada harga diri.

Rangkap 2
Penyajak mengharapkan agar manusia tidak diperalatkan oleh orang lain hingga boleh menghancurkan bangsa sendiri

Maksud Keseluruhan
Penyajak menyeru kepada pembaca agar menjadi orang yang berguna kepada agama,bangsa dan negara. Selain itu mampu mengangkat bangsa sendiri sebagai bangsa yang bermaruah dan tidak mudah diperkotak-katikkan. Manusia janganlah melakukan kejahatan semata-mata untuk kepentingan orang lain.

Tema
Tema yang terdapat dalam puisi ini ialah kepentingan menjadi orang yang berguna kepada masyarakat. Contohnya:
Kalau kita menjadi kayu
biarlah jadi gaharu atau cendana
wangi dan bernilai tinggi


 


Persoalan
Persoalan kebijaksanaan memilih jalan hidup. Contohnya:
Kalau kita menjadi kayu
biarlah jadi gaharu atau cendana
wangi dan bernilai tinggi

Persoalan menjaga harga diri. Contohnya:
Jika terpaksa, cukuplah jadi kayu
asal punya harga diri

Persoalan kesetiaan kepada bangsa dan tanahair
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak
hingga tergamak menetak
kaum sendiri

Persoalan berbuat bakti dan kebaikan semasa hidup
atau paling tidak
jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api
asal punya harga diri

Persoalan tidak bertindak terburu-buru dan merugikan diri sendiri
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak

Bentuk
Terdapat dua rangkap.

Jumlah baris dalam rangkap tidak sama.
Contohnya;
R1 - 6 baris
R2 - 9 baris

Jumlah perkataan dalam baris tidak sama
Contoh : Terdapat antara 2 hingga 6 patah perkataan sebaris.
Kaum sendiri - 2 patah perkataan
Jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api - 6 patah perkataan

Jumlah sukukata dalam baris tidak seimbang
Contoh Terdapat di antra 5 hingga 14 suku kata sebaris.
Ka/um/ sen/di/ri - 5 suku kata
Ji/ka/ ter/pak/sa,/ cu/kup/lah/ ja/di/ ka/yu/ a/pi - 14 suku kata

Rima puisi ini bebas iaitu:
R1 - abcdcc
R2 - aababaccb

Kesimpulannya puisi ini berbentuk bebas

 


Nada
Sinis. Contohnya;
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak
hingga sanggup menetak
kaum sendiri.

Perasaan dan Sikap
Kesal dan marah. Contohnya:
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak

Berhati-hati. Contohnya:
seperti cengal, keruing atau meranti
itu juga pilihanmu
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu

Mengharapkan kejujuran dan keikhlasan serta jati diri yang tinggi
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak
hingga tergamak menetak
kaum sendiri.

Bahasa
Pemilihan diksi yang mudah difahami.
Contohnya:
Kalau kita menjadi kayu

Unsur alam.
Contohnya kayu, cendana, gaharu

Simile.
Contohnya:
seperti cengal, keruing atau meranti

Personifikasi.
Contohnya:
yang rela diperkuda kapak

Sinkof.
Contohnya; itu juga pilihanmu
atau mu


 


Unsur Bunyi
Asonansi iaitu ulangan bunyi vokal ‘i’.
Contohnya:
wangi dan bernilai tinggi

Aliterasi iaitu ulangan bunyi konsonan ‘k’.
Contohnya:
Kalau kita menjadi kayu

Rima akhir tidak sama atau bebas.
Contohnya:
Rangkap 1 : abcdcc
Rangkap 2 : aababaccb

Terdapat jeda di tengah-tengah baris. Contohnya:
Kalau kita / menjadi kayu

Nilai
Harga diri. Contohnya:
Jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api
asal punya harga diri.

Kebijaksanaan. Contohnya:
Kalau kita menjadi kayu
biarlah jadi gaharu atau cendana
wangi dan bernilai tinggi

Kesederhanaan
atau paling tidak
jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api
asal punya harga diri

Kejujuran
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak
hingga tergamak menetak
kaum sendiri

Pengajaran
Kita hendaklah sentiasa menjaga harga diri agar dihormati oleh orang lain. Contohnya:
jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api
asal punya harga diri.

Jangan mudah terpengaruh dengan hasutan yang merosakkan
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak

Hendaklah berbakti kepada masyatakat dan tanahair
Jika terpaksa, cukuplah jadi kayu api
asal punya harga diri.

Kita hendaklah bijaksana dalam memilih jalan hidup agar tidak menjadi petualang kepada bangsa sendiri.
Contohnya:
cuma, jangan pula nanti
sampai sanggup jadi hulu
yang rela diperkuda kapak
hingga tergamak menetak
kaum sendiri.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena